ARTIKEL

TOLERANSI DALAM PEMBAURAN
Oleh : Wandi Ibnu Tarmudin

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. “  QS. Al hujurat ayat 13.

Allah SWT menjadikan perbedaan  sebagai sarana saling mengenal  dan mengasihi serta mengaitkan hal yang demikian untuk menjadi satu visi yakni Ketakwaan. Sebagaimana ayat tersebut di atas, Islam mengajarkan umatnya untuk menyikapi  keragaman etnis, suku dan agama bukan dengan memusuhi, tetapi dengan saling mengenal, menghargai, menghormati, serta saling bersilaturahmi. 

Sejarah Islam mencatat, ketika  Khalifah Islam  kedua Umar Ibn Khattab menguasai Yerusalem yang berpenduduk mayoritas Non Muslim. Beliau membuat sebuah undang undang yang salah satu isi nya menyebutkan : “inilah jaminan yang diberikan Umar Amiril Mukminin kepada penduduk Aelia: Ia menjamin keamanan mereka untuk jiwa dan harta mereka, dan untuk gereja-gereja dan salib-salib mereka, dan dalam keadaan sakit maupun sehat, dan untuk agama mereka secara keseluruhan. Gereja gereja mereka tidak akan diduduki dan tidak pula dirusak, dan tidak akan dikurangi sesuatu apa pun dari gereja gereja itu dan tidak pula dari lingkungannya, serta tidak dari salib mereka, dan tidak sedikit pun dari harta kekayaan mereka. Mereka tidak akan dipaksa meninggalkan agama mereka, dan tidak seorang pun dari mereka boleh di ganggu.”

Dari petikan sejarah di atas dapat dikatakan bahwa doktrin Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin bukanlah slogan yang tanpa bukti. 

Hukum Positif Indonesia selama tidak bertentangan dengan Syari’at islam wajib diamalkan. Atas berkat Rahmat Allah SWT, Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai ciri khas, yaitu kebhinekaan ras, Suku, Budaya, dan Agama yang menghuni dan tersebar di berbagai wilayah Nusantara, dan bertekad untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa, Indonesia. 

Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sila ke tiga dari Pancasila, Persatuan Indonesia adalah landasan  membangun  kekuatan Indonesia dari sebuah keberagaman dengan membangun perilaku masyarakat yang menghormati keberagaman bangsa dalam wujud Toleransi. Sikap toleransi bisa diartikan menahan diri, bersikap sabar, menghormati pendapat dan keyakinan orang lain, serta keikhlasan sesama umat beragama, suku, golongan, dan budaya.

Perbedaan dengan orang lain tidak berarti bahwa orang lain lebih baik atau pun sebaliknya. Baik dan buruk nya penilaian orang bukan karena warna, rupa, dan bentuk, melainkan karena baik dan buruk nya dalam berperilaku.


Sebagai makhluk sosial, sudah semesti nya kita harus berbaur di masyarakat tanpa lagi harus memandang suku, ras, budaya dan agamanya. Silaturahim, gotong royong, saling menghormati, adalah sikap sikap yang harus dikembangkan dan dilestarikan di tengah masyarakat yang majemuk, agar terwujud keharmonisan di tengah keberagaman.
=================================================================

PENASEHAT FORUM PEMBAURAN KEBANGSAAN KELURAHAN PONDOK JAYA MEWAKAFKAN LAGU SEMANGAT PEMBAURAN UNTUK FPK KOTA DEPOK



Depok - H. Agus Purwoto,Penasehat Forum Pembauran Kebangsaan Kelurahan Pondok Jaya Kecamatan Cipayung Kota Depok Menciptakan sebuah lagu semangat Pembauran yg kemudian diwakafkan untuk dijadikan Mars FPK Kota Depok.

Awal nya H.Agus Purwoto membuat lagu Semangat Pembauran untuk keperluan Musyawarah Kerja FPK Kec.Cipayung. Rupanya  saat Lagu Semangat Pembauran di kumandangkan pada pembukaan Musyawarah Kerja FPK Kec.Cipayung membuat Ketua Umum FPK Kota Depok, E.Manisah Boy tertarik untuk menjadikan Lagu Semangat Pembauran sebagai lagu Mars FPK Kota Depok.

Secara Simbolis H. Agus Purwoto mewakafkan Lagu semangat Pembauran Kepada Ketua umum FPK Kota Depok, E.Manisah Boy pada saat Penutupan Musyawarah Kerja FPK Kecamatan Cipayung.

Secara Resmi Lagu Semangat Pembauran diwakafkan untuk dijadikan Mars FPK Kota Depok pada saat Bimbingan Teknis serta Musyawarah Kerja FPK Kota Depok di Hotel Anggraini Cisarua, Bogor yang diadakan pada tanggal 15 -16 Januari. Serah Terima lagu semangat Pembauran dilakukan secara simbolis dari H.Agus Purwoto kepada Ka.Kan  Kesbangpol Kota Depok, Drs.H.Dadang Wihana. M.Si.

"saya buat lagu ini semata mata ingin memberikan kontribusi pengabdian saya kepada bangsa dan negara melalui hal yang sekecil ini,  syair lagu saya tulis dengan orientasinya seputar tugas kewajiban Forum Pembauran Kebangsaan dan mengangkat budaya Depok serta mengemban moto kota depok yg Religius." Ujar H.Agus Purwoto.


Adapun lirik lagu Semangat pembauran adalah sbb:

Forum Pembauran Kebangsaan Kota Depok.
Rela Mengabdi untuk negeri
Menjaga slalu kerukunan bangsa
Kagak liat suku agamanya...iya...yak

Forum Pembauran kebangsaan Kota Depok
Menjunjung solidaritas
Toleransi dengan sesama umat
Dari manapun asal mereka.

Reff: FPK Depok berjiwa mulia
Taat agama dan Cinta negara
Slalu berbaur agar warga akur 
Demi NKRI tercinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar